KISI KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTRIFIKASI GURU
Lama sekali tidak update blog. Buat rekan rekan yang memerlukan kisi-kisi soal uji kompetensi awal untuk para calon peserta sertfikasi guru silakan download.
Kalau ingin melihat contoh soalnya dapat rekan rekan unduh dalam bentuk zip file / rar yang berisi 4 file. Tapi ingat, itu hanya contoh dan BUKAN HASIL KERJA SAYA.
Silakan unduh semoga bermanfaat.
Informasi seputar peserta sertifikasi guru tahun 2012, rekan guru dapat mengklik tautan dari situs resminya yakni http://sergur.kemdiknas.go.id/
Semoga bermanfaat.
blog susanto
Minggu, 12 Februari 2012
Sabtu, 01 Oktober 2011
Penilaian Kinerja Guru
Penilaian kinerja guru dilakukan sebagai upaya mendapatkan guru-guru berkualitas dan berprestasi yang layak memperoleh penghargaan dalam bentuk sertifikasi dan tunjangan satu kali gaji. Kabarnya, PKG (Penilaian Kinerja Guru) akan dilaksanakan mulai tahun 2012.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP dan PMP) Kemdiknas Syawal Gultom, mengatakan bahwa program sertifikasi yang sudah dimulai sejak 2005 dan selama ini guru yang lolos proses sertifikasi melalui penilaian porto folio mendapat tunjangan satu kali gaji pokok, namun kenyataannya sertifikasi tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja guru dalam kegiatan belajar mengajar. Selanjutnya Ia mengatakan, hasil penelitian yang dilakukan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), pascaprogram pemberian sertifikasi guru melalui penilaian porto folio sejak tahun 2005 lalu tidak memberi dampak besar terhadap perubahan kultur di sekolah menjadi lebih baik, kinerja guru dalam mengajar di kelas, dan peningkatan kemampuan siswa.
Padahal, ujarnya, biaya yang sudah dikeluarkan pemerintah sangat besar untuk membayar tunjangan sebanyak 734.000 guru yang telah memiliki sertifikasi profesi dari total sebanyak 2,7 juta guru lebih di Indonesia. Tahun 2012 pemerintah telah menyiapkan lebih dari Rp30 triliun untuk membayar tunjangan profesi guru.
Oleh karena itu, Kemdiknas mencari cara supaya guru bisa mengubah kinerja pasca sertifikasi dan mulai tahun depan pihaknya akan merancang peraturan menteri (permen) yang akan mengukur standar kompetensi guru. Pendataan akan dilakukan secara online. Data akan dikirim secara berjenjang dari sekolah, dinas kabupaten/kota, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) hingga ke Kemdiknas. Dengan demikian akan diketahui, berapa bulan atau tahun tunjangannya ditunda.
Dari data dalam jaringan (online) tersebut guru dapat melihat apakah dirinya sudah memenuhi kriteria sertifikasi atau tidak. Melalui sistem komputerisasi yang ada, jelasnya, para guru itu juga akan dievaluasi kinerjanya. Ada empat indikator evaluasi yakni kepribadian, pedagogi (pemahaman ilmu yang diajarkan), sosial dan keprofesionalitasan guru. Secara nasional standar kriteria sama, namun skor dimasing-masing daerah berbeda.
Siapa yang melakukan penilaian? Penilaian juga akan dilakukan oleh kepala sekolah dan guru senior di sekolah masing-masing. Keduanya juga akan didampingi oleh 332.000 asesor yang anggotanya terdiri dari anggota LPMP, pengawas sekolah, kepsek, guru berprestasi, dan asosiasi profesi.
Sumber: http://www.mediaindonesia.com/
Diposkan oleh
susanto
0
komentar
Selasa, 12 April 2011
MP258 Error 5200
Pernahkah kita mengalami, ketika printer Canon MP 258 ini dinyalakan, printer kelihatan normal. Tetapi, setelah diperintah untuk mencetak/print, maka error 5200 muncul dan LCD menunjukkan error P08.
Kata Kang Eko dalam blognya, cara paling gampang adalah dengan mengganti Catrid Warnanya..
Nah, bagaimana jika uang belum cukup untuk membeli catridge baru?
Lagi-lagi Kang Eko memberi solusinya.
Cara pertama:
1. Printer dalam keadaan mati dan kabel listrik terpasang.
2. Tekan Tombol STOP/RESET dan tahan, kemudian tekan tombol POWER dan tahan.
3. Tombol POWER masih ditekan, lepas tombol STOP/RESET, kemudian tekan tombol STOP/RESET 2 x dalam keadaan tombol power masih ditekan.
4. Lepas kedua tombol secara bersamaan.
5. Printer akan berproses beberapa saat (agak lama), kemudian LCD Panel akan menunjukkan angka NOL (0)
6. Komputer akan mendeteksi DEVICE BARU, Abaikan saja .....
7. Tekan tombol power, maka printer akan mati.
8. Tekan lagi tombol power, maka printer akan nyala dan siap digunakan.
Jika kabel listrik tercabut, maka langkah di atas harus diulangi lagi.
Cara lainnya...
1. Hidupkan printer, dan printer akan terlihat normal.
2. Jalankan printer buat mencetak dokumen atau print test, maka error 5200 akan muncul.
3. Langsung cabut kabel listriknya tanpa menekan tombol on-off
4. Buka dan geser catridgenya ke tengah secara manual (tekan kait penguncinya warna putih di belakang head, agar catridge bisa ditarik ke tengah)
5. Cabut semua cartridge dan biarkan tutupnya tetap terbuka
6. Hidupkan printer, head akan bergerak menabrak kiri kanan karena tutupnya masih terbuka lalu akan berhenti di tengah.
7. Pasang kembali cartridge, dan tutup yang benar
8. Printer anda akan kembali normal. (sumber : http://saptomotok.wordpress.com)
Hari ini saya mengalami dan menjalankan langakah yang pertama, alhamdulillah pulih kembali.
Trims Kang Eko.
Kata Kang Eko dalam blognya, cara paling gampang adalah dengan mengganti Catrid Warnanya..
Nah, bagaimana jika uang belum cukup untuk membeli catridge baru?
Lagi-lagi Kang Eko memberi solusinya.
Cara pertama:
1. Printer dalam keadaan mati dan kabel listrik terpasang.
2. Tekan Tombol STOP/RESET dan tahan, kemudian tekan tombol POWER dan tahan.
3. Tombol POWER masih ditekan, lepas tombol STOP/RESET, kemudian tekan tombol STOP/RESET 2 x dalam keadaan tombol power masih ditekan.
4. Lepas kedua tombol secara bersamaan.
5. Printer akan berproses beberapa saat (agak lama), kemudian LCD Panel akan menunjukkan angka NOL (0)
6. Komputer akan mendeteksi DEVICE BARU, Abaikan saja .....
7. Tekan tombol power, maka printer akan mati.
8. Tekan lagi tombol power, maka printer akan nyala dan siap digunakan.
Jika kabel listrik tercabut, maka langkah di atas harus diulangi lagi.
Cara lainnya...
1. Hidupkan printer, dan printer akan terlihat normal.
2. Jalankan printer buat mencetak dokumen atau print test, maka error 5200 akan muncul.
3. Langsung cabut kabel listriknya tanpa menekan tombol on-off
4. Buka dan geser catridgenya ke tengah secara manual (tekan kait penguncinya warna putih di belakang head, agar catridge bisa ditarik ke tengah)
5. Cabut semua cartridge dan biarkan tutupnya tetap terbuka
6. Hidupkan printer, head akan bergerak menabrak kiri kanan karena tutupnya masih terbuka lalu akan berhenti di tengah.
7. Pasang kembali cartridge, dan tutup yang benar
8. Printer anda akan kembali normal. (sumber : http://saptomotok.wordpress.com)
Hari ini saya mengalami dan menjalankan langakah yang pertama, alhamdulillah pulih kembali.
Trims Kang Eko.
Diposkan oleh
susanto
0
komentar
Rabu, 09 Maret 2011
ROADSHOW SOSIALISASI PEMANFAATAN ICT UNTUK PEMERATAAN DAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
Pada rentang waktu 10 Februari sampai dengan 16 Maret 2011, Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengadakan Roadshow Sosialisasi Pemanfaatan ICT untuk pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan. Sebagaimana hari ini (Selasa, 8 Maret 2011), bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas, UPTD Dinas Pendidian Provinsi Sumatera Selatan ini pun memberikan materi sosialisasi kepada para kepala sekolah SD, SMA/SMK se-Kabupaten Musi Rawas.
Yang menarik, salah satu hal yang melatarbelakangi kegiatan di atas adalah hasil ‘survey’ di daerah yang notabene tidak terlalu jauh dari Palembang, ada guru/kepala sekolah yang belum mengenal Balai Tekkom Diknas Provinsi Sumsel. Tentu hal itu hanyalah seloroh sang penyaji. Namun, salah satu UPTD di lingkungan dinas pendidikan provinsi calon tuan rumah Sea Games 2011 ini, memiliki alasan tertentu hingga secara marathon melakukan Roadshow di 15 Kabupaten/Kota se Sumatera Selatan.
UPTD yang memiliki visi “Menjadi pusat pengembang dan produksi media pembelajaran berbasis TIK untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran” ini pada tahun 2011 ini bermaksud menyelengarakan berbagai kegiatan dengan sasaran para siswa, para guru, dan sekolah. Di antara kegiatan tersebut adalah:
- Pengembangan Sistem Informasi Manajemen
- Pelatihan Pemanfaatan TIK untuk pendidikan
- Festival E-pendidikan
Khusus kegiatan festival e-pendidikan telah disediakan dana sebagai hadiah dengan jumlah total sebesar 48.150.000,00 (empat puluh delapan juta seratus lima puluh ribu rupiah). Jenis lomba sebagai berikut:
- Lomba Edu-Game, Lomba Kihajar, dan Lomba Edu-Reporter
- Lomba Pembuatan Media Presentasi Pembelajaran dan Blog Guru
- Lomba Stand Pameran dan Lomba Website Sekolah
Diposkan oleh
susanto
0
komentar
Kamis, 09 September 2010
Selasa, 17 Agustus 2010
DETIK-DETIK PROKLAMASI
| Membuka Catatan Sejarah: Detik-Detik Proklamasi, 17 Agustus 1945 Prof. Dr. H. Dadan Wildan, M.Hum Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara R.I. Proklamasi Kemerdekaan, yang kita peringati setiap tanggal 17 Agustus, adalah sebuah peristiwa bersejarah bagi bangsa Bagaimanakah sesungguhnya, peristiwa yang terjadi 61 tahun yang lalu itu. Mari kita buka kembali catatan sejarah sekitar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. PerdebatanProklamasi, ternyata didahului oleh perdebatan hebat antara golongan pemuda dengan golongan tua. Baik golongan tua maupun golongan muda, sesungguhnya sama-sama menginginkan secepatnya dilakukan Proklamasi Kemerdekaan dalam suasana kekosongan kekuasaan dari tangan pemerintah Jepang. Hanya saja, mengenai cara melaksanakan proklamasi itu terdapat perbedaan pendapat. Golongan tua, sesuai dengan perhitungan politiknya, berpendapat bahwa Karena itu, untuk memproklamasikan kemerdekaan, diperlukan suatu revolusi yang terorganisir. Soekarno dan Hatta, dua tokoh golongan tua, bermaksud membicarakan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dengan cara itu, pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan tidak menyimpang dari ketentuan pemerintah Jepang. Sikap inilah yang tidak disetujui oleh golongan pemuda. Mereka menganggap, bahwa PPKI adalah badan buatan Jepang. Sebaliknya, golongan pemuda menghendaki terlaksananya Proklamasi Kemerdekaan itu, dengan kekuatan sendiri. Lepas sama sekali dari campur tangan pemerintah Jepang. Perbedaan pendapat ini, mengakibatkan penekanan-penekanan golongan pemuda kepada golongan tua yang mendorong mereka melakukan “aksi penculikan” terhadap diri Soekarno-Hatta (lihat Marwati Djoened Poesponegoro, ed. 1984:77-81) Tanggal 15 Agustus 1945, kira-kira pukul 22.00, di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, tempat kediaman Bung Karno, berlangsung perdebatan serius antara sekelompok pemuda dengan Bung Karno mengenai Proklamasi Kemerdekaan sebagaimana dilukiskan Lasmidjah Hardi (1984:58); Ahmad Soebardjo (1978:85-87) sebagai berikut: " Sekarang Bung, sekarang! malam ini juga kita kobarkan revolusi !" kata Chaerul Saleh dengan meyakinkan Bung Karno bahwa ribuan pasukan bersenjata sudah siap mengepung Mendengar kata-kata ancaman seperti itu, Soekarno naik darah dan berdiri menuju Wikana sambil berkata: " Ini batang leherku, seretlah saya ke pojok itu dan potonglah leherku malam ini juga! Kamu tidak usah menunggu esok hari !". Hatta kemudian memperingatkan Wikana; "... Jepang adalah masa silam. Kita sekarang harus menghadapi Belanda yang akan berusaha untuk kembali menjadi tuan di negeri kita ini. Jika saudara tidak setuju dengan apa yang telah saya katakan, dan mengira bahwa saudara telah siap dan sanggup untuk memproklamasikan kemerdekaan, mengapa saudara tidak memproklamasikan kemerdekaan itu sendiri ? Mengapa meminta Soekarno untuk melakukan hal itu ?" Namun, para pemuda terus mendesak; " apakah kita harus menunggu hingga kemerdekaan itu diberikan kepada kita sebagai hadiah, walaupun Jepang sendiri telah menyerah dan telah takluk dalam 'Perang Sucinya '!". " Mengapa bukan rakyat itu sendiri yang memproklamasikan kemerdekaannya ? Mengapa bukan kita yang menyatakan kemerdekaan kita sendiri, sebagai suatu bangsa ?". Dengan lirih, setelah amarahnya reda, Soekarno berkata; "... kekuatan yang segelintir ini tidak cukup untuk melawan kekuatan bersenjata dan kesiapan total tentara Jepang! Coba, apa yang bisa kau perlihatkan kepada saya ? Mana bukti kekuatan yang diperhitungkan itu ? Apa tindakan bagian keamananmu untuk menyelamatkan perempuan dan anak-anak ? Bagaimana cara mempertahankan kemerdekaan setelah diproklamasikan ? Kita tidak akan mendapat bantuan dari Jepang atau Sekutu. Coba bayangkan, bagaimana kita akan tegak di atas kekuatan sendiri ". Demikian jawab Bung Karno dengan tenang. Pukul 04.00 dinihari, tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta oleh sekelompok pemuda dibawa ke Rengasdengklok. Aksi "penculikan" itu sangat mengecewakan Bung Karno, sebagaimana dikemukakan Lasmidjah Hardi (1984:60). Bung Karno marah dan kecewa, terutama karena para pemuda tidak mau mendengarkan pertimbangannya yang sehat. Mereka menganggap perbuatannya itu sebagai tindakan patriotik. Namun, melihat keadaan dan situasi yang panas, Bung Karno tidak mempunyai pilihan lain, kecuali mengikuti kehendak para pemuda untuk dibawa ke tempat yang mereka tentukan. Fatmawati istrinya, dan Rengasdengklok kota kecil dekat Karawang dipilih oleh para pemuda untuk mengamankan Soekarno-Hatta dengan perhitungan militer; antara anggota PETA (Pembela Tanah Air) Daidan Purwakarta dengan Daidan Jakarta telah terjalin hubungan erat sejak mereka mengadakan latihan bersama-sama. Di samping itu, Rengasdengklok letaknya terpencil sekitar 15 km. dari Kedunggede Karawang. Dengan demikian, deteksi dengan mudah dilakukan terhadap setiap gerakan tentara Jepang yang mendekati Rengasdengklok, baik yang datang dari arah Sehari penuh, Soekarno dan Hatta berada di Rengasdengklok. Maksud para pemuda untuk menekan mereka, supaya segera melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan terlepas dari segala kaitan dengan Jepang, rupa-rupanya tidak membuahkan hasil. Agaknya keduanya memiliki wibawa yang cukup besar. Waktu suasana tenang kembali. Setelah Bung Karno duduk. Dengan suara rendah ia mulai berbicara; " Yang paling penting di dalam peperangan dan revolusi adalah saatnya yang tepat. Di Saigon, saya sudah merencanakan seluruh pekerjaan ini untuk dijalankan tanggal 17 ". " Mengapa justru diambil tanggal 17, mengapa tidak sekarang saja, atau tanggal 16 ?" tanya Sukarni. " Saya seorang yang percaya pada mistik”. Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal, mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. Akan tetapi saya merasakan di dalam kalbuku, bahwa itu adalah saat yang baik. Angka 17 adalah angka suci. Pertama-tama kita sedang berada dalam bulan suci Ramadhan, waktu kita semua berpuasa, ini berarti saat yang paling suci bagi kita. tanggal 17 besok hari Jumat, hari Jumat itu Jumat legi, Jumat yang berbahagia, Jumat suci. Al-Qur'an diturunkan tanggal 17, orang Islam sembahyang 17 rakaat, oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia ". Demikianlah antara lain dialog antara Bung Karno dengan para pemuda di Rengasdengklok sebagaimana ditulis Lasmidjah Hardi (1984:61). Sementara itu, di Jakarta, antara Mr. Ahmad Soebardjo dari golongan tua dengan Wikana dari golongan muda membicarakan kemerdekaan yang harus dilaksanakan di Merumuskan Teks Proklamasi Rombongan Soekarno-Hatta tiba di Sebagai seorang perwira Angkatan Laut yang telah melihat lebih banyak dunia ini dari rata-rata seorang perwira Malam itu, dari rumah Laksamana Maeda, Soekarno dan Hatta ditemani Laksamana Maeda menemui Somobuco (kepala pemerintahan umum), Mayor Jenderal Nishimura, untuk menjajagi sikapnya mengenai pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan. Nishimura mengatakan bahwa karena Jepang sudah menyatakan menyerah kepada Sekutu, maka berlaku ketentuan bahwa tentara Jepang tidak diperbolehkan lagi mengubah status quo . Tentara Jepang diharuskan tunduk kepada perintah tentara Sekutu. Berdasarkan garis kebi jakan itu, Nishimura melarang Soekarno-Hatta mengadakan rapat PPKI dalam rangka pelaksanaan Proklamasi Kemerde kaan. Melihat kenyataan ini, Soekarno-Hatta sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada gunanya lagi untuk membicarakan soal kemerdekaan Setelah pertemuan itu, Soekarno dan Hatta kembali ke rumah Laksamana Maeda. Di ruang makan rumah Laksamana Maeda itu dirumuskan teks proklamasi kemerdekaan. Maeda, sebagai tuan rumah, mengundurkan diri ke kamar tidurnya di lantai dua ketika peristiwa bersejarah itu berlangsung. Miyoshi, orang kepercayaan Nishimura, bersama Sukarni, Sudiro, dan B.M. Diah menyaksikan Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo membahas rumusan teks Proklamasi. Sedangkan tokoh-tokoh lainnya, baik dari golongan tua maupun dari golongan pemuda, menunggu di serambi muka. Menurut Soebardjo (1978:109) di ruang makan rumah Laksamana Maeda menjelang tengah malam, rumusan teks Proklamasi yang akan dibacakan esok harinya disusun. Soekarno menuliskan konsep proklamasi pada secarik kertas. Hatta dan Ahmad Soebardjo menyumbangkan pikirannya secara lisan. Kalimat pertama dari teks Proklamasi merupakan saran Ahmad Soebardjo yang diambil dari rumusan Dokuritsu Junbi Cosakai , sedangkan kalimat terakhir merupakan sumbangan pikiran Mohammad Hatta. Hatta menganggap kalimat pertama hanyalah merupakan pernyataan dari kemauan bangsa Setelah kelompok yang menyendiri di ruang makan itu selesai merumuskan teks Proklamasi, kemudian mereka menuju serambi muka untuk menemui hadirin yang berkumpul di ruangan itu. Saat itu, dinihari menjelang subuh. Jam menunjukkan pukul 04.00, Soekarno mulai membuka pertemuan itu dengan membacakan rumusan teks Proklamasi yang masih merupakan konsep. Soebardjo (1978:109-110) melukiskan suasana ketika itu: “ Sementara teks Proklamasi ditik, kami menggunakan kesempatan untuk mengambil makanan dan minuman dari ruang dapur, yang telah disiapkan sebelumnya oleh tuan rumah kami yang telah pergi ke kamar tidurnya di tingkat atas. Kami belum makan apa-apa, ketika meninggalkan Rengasdengklok. Bulan itu adalah bulan suci Ramadhan dan waktu hampir habis untuk makan sahur, makan terakhir sebelum sembahyang subuh. Setelah kami terima kembali teks yang telah ditik, kami semuanya menuju ke ruang besar di bagian depan rumah. Semua orang berdiri dan tidak ada kursi di dalam ruangan. Saya bercampur dengan beberapa anggota Panitia di tengah-tengah ruangan. Sukarni berdiri di samping saya. Hatta berdiri mendampingi Sukarno menghadap para hadirin . Waktu menunjukkan pukul 04.00 pagi tanggal 17 Agustus 1945, pada saat Soekarno membuka pertemuan dini hari itu dengan beberapa patah kata. "Keadaan yang mendesak telah memaksa kita semua mempercepat pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan. Rancangan teks telah siap dibacakan di hadapan saudara-saudara dan saya harapkan benar bahwa saudara-saudara sekalian dapat menyetujuinya sehingga kita dapat berjalan terus dan menyelesaikan pekerjaan kita sebelum fajar menyingsing". Kepada mereka yang hadir, Soekarno menyarankan agar bersama-sama menandatangani naskah proklamasi selaku wakil-wakil bangsa Naskah yang sudah diketik oleh Sajuti Melik, segera ditandatangani oleh Soekarno dan Mohammad Hatta. Persoalan timbul mengenai bagaimana Proklamasi itu harus diumumkan kepada rakyat di seluruh Detik-Detik Proklamasi Hari Jumat di bulan Ramadhan, pukul 05.00 pagi, fajar 17 Agustus 1945 memancar di ufuk timur. Embun pagi masih menggelantung di tepian daun. Menjelang pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan, suasana di Jalan Pegangsaan Timur 56 cukup sibuk. Wakil Walikota, Soewirjo, memerintahkan kepada Mr. Wilopo untuk mempersiapkan peralatan yang diperlukan seperti mikrofon dan beberapa pengeras suara. Sedangkan Sudiro memerintahkan kepada Sementara itu, rakyat yang telah mengetahui akan dilaksanakan Proklamasi Kemerdekaan telah berkumpul. Rumah Soekarno telah dipadati oleh sejumlah Marwati Djoened Poesponegoro (1984:92-94) melukiskan upacara pembacaan teks Proklamasi itu. Upacara itu berlangsung sederhana saja. Tanpa protokol. Latief Hendraningrat, salah seorang anggota PETA, segera memberi aba-aba kepada seluruh barisan pemuda yang telah menunggu sejak pagi untuk berdiri. Serentak semua berdiri tegak dengan sikap sempurna. Latief kemudian mempersilahkan Soekarno dan Mohammad Hatta maju beberapa langkah mendekati mikrofon. Dengan suara mantap dan jelas, Soekarno mengucapkan pidato pendahuluan singkat sebelum membacakan teks proklamasi. "Saudara-saudara sekalian ! saya telah minta saudara hadir di sini, untuk menyaksikan suatu peristiwa maha penting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Saudara-saudara! Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah Proklamasi kami: PROKLAMASI; Kami bangsa Demikianlah saudara-saudara! Kita sekarang telah merdeka. Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita! Mulai saat ini kita menyusun Negara kita! Negara Merdeka. Negara Republik Indonesia merdeka, kekal, dan abadi. Insya Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu". (Koesnodiprojo, 1951). Acara, dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih. Soekarno dan Hatta maju beberapa langkah menuruni anak tangga terakhir dari serambi muka, lebih kurang dua meter di depan tiang. Ketika S. K. Trimurti diminta maju untuk mengibarkan bendera, dia menolak: " lebih baik seorang prajurit ," katanya. Tanpa ada yang menyuruh, Latief Hendraningrat yang berseragam PETA berwarna hijau dekil maju ke dekat tiang bendera. S. Suhud mengambil bendera dari atas baki yang telah disediakan dan mengikatnya pada tali dibantu oleh Latief Hendraningrat. Bendera dinaikkan perlahan-lahan. Tanpa ada yang memimpin, para hadirin dengan spontan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bendera dikerek dengan lambat sekali, untuk menyesuaikan dengan irama lagu Indonesia Raya yang cukup panjang. Seusai pengibaran bendera, dilanjutkan dengan pidato sambutan dari Walikota Soewirjo dan dr. Muwardi. Setelah upacara pembacaan Proklamasi Kemerdekaan, Lasmidjah Hardi (1984:77) mengemukakan bahwa ada sepasukan barisan pelopor yang berjumlah kurang lebih 100 orang di bawah pimpinan S. Brata, memasuki halaman rumah Soekarno. Mereka datang terlambat. Dengan suara lantang penuh kecewa Tidak lama setelah Bung Hatta pulang, menurut Lasmidjah Hardi (1984:79) datang tiga orang pembesar Jepang. Mereka diperintahkan menunggu di ruang belakang, tanpa diberi kursi. Sudiro sudah dapat menerka, untuk apa mereka datang. PenutupPeristiwa besar bersejarah yang telah mengubah jalan sejarah bangsa Dirgahayu Indonesiaku! DAFTAR PUSTAKAAhmad Soebardjo (1978). Lahirnya Republik Koesnodiprodjo (1951). Himpunan Undang-Undang, Peraturan-Peraturan, Penetapan-Penetapan Pemerintah Republik Lasmidjah Hardi (1984). Samudera Merah Putih 19 September 1945 . Jilid 1. Marwati Djoened Poesponegoro et. al. (1984). Sejarah Nasional Mohammad Hatta (1970). Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 . Nugroho Notosusanto (1976). Naskah Proklamasi yang Otentik dan Rumusan Pancasila yang Otentik. Soekarno (1963 ). Sarinah; Kewadjiban Wanita Dalam Perdjoangan Republik |
Sumber: http://www.setneg.go.id/
Diposkan oleh
susanto
0
komentar
Rabu, 11 Agustus 2010
Peraturan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya
Rekan guru, beberapa waktu lalu saya pernah posting tentang Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Sampai saat ini, Anda yang masih golongan III/b mau naik ke III/c dan seterusnya masih aman dari kewajiban menulis/menyusun/membuat karya ilmiah sebagai salah satu syarat. Karena, menurut pasal 17 ayat (2) Guru Pratama, pangkat Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b yang akan naik jabatan/pangkat menjadi Guru Muda, pngkat Penata, golongan ruang III/c angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat, paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari subunsur pengembangan diri.
Menyusul Permenpan tersebut, belum lama ini sudah ditetapkan Peraturan Bersama Mendiknas dengan Kepala BAKN Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Tampaknya kawan guru juga masih aman (aman dari apa ya maksudnya?), menurut pasal 42 "Peraturan Bersama ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2013.
O, ya peraturan itu sendiri ditetapkan tanggal 6 Mei 2010. Penasaran pengin tahu isi peraturan bersama yang mengatur pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya? Klik di sini.
Menyusul Permenpan tersebut, belum lama ini sudah ditetapkan Peraturan Bersama Mendiknas dengan Kepala BAKN Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Tampaknya kawan guru juga masih aman (aman dari apa ya maksudnya?), menurut pasal 42 "Peraturan Bersama ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2013.
O, ya peraturan itu sendiri ditetapkan tanggal 6 Mei 2010. Penasaran pengin tahu isi peraturan bersama yang mengatur pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya? Klik di sini.
Diposkan oleh
susanto
0
komentar
Langganan:
Entri (Atom)